Selasa, 13 September 2011

MANAJEMEN KEBIDANAN


Pengertian
»   Manajemen adalah ilmu atau seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien, efektif dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (AA. Gde Muninjaya, 2004)
»  Ilmu administrasi mempunyai ruang lingkup yang lebih luas diandingkan dengan ilmu manajemen. Tetapi manajemen berfugsi sebagai motor penggerak berkembangnya dinamika administrasi. Keduanya mempunyai titik pandang yang sama tentang peran manusia sebagai sumberdaya utama dalam organisasi.
»  Manajemen mengandung 3 prinsip pokok yang menjadi ciri utama penerapannya yaitu :
1.      Efisien dalam pemanfaatan sumber daya
2.      Efektif dalam memilih alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      Regional dalam pengambilan keputusan manajerial.
» Untuk menerapkan manajemen yang pertama diperlukan adalah rumusan masalah atau kendala untuk Mencapai tujuan organisasi. Masalah adalah kesenjangan antara apa yang ingin dicapai (Visi, Misi, hasil kegiatan, tatacara atau prosedur kerja yang diterapkan, produk, output, cakupan dan sebaginya).
»    Penggunaan kata manajemen berfokus pada prosesnya yang sistematis.

PENGERTIAN MANAJEMEN KEBIDANAN
»  Manajemen kebidanan adalah metode & pendekatan pemecahan masalah kesehatan ibu & anak yang khusu dilakukan oleh bidan di dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga & masyarakat.

»  Istilah manajemen kebidanan digunakan untuk memberikan bentuk khusus dari proses yang dilakukan oleh bidan di dalam asuhan atau pelayanan kebidanan (DepKes, 2003)

» Metode didalam manajemen kebidanan adalah suatu cara kerja sistematis yang memudahkan pelaksanaan kegiatan bidan dalam memecahkan masalah kesehatan ibu & anak serta KB dalam lingkup tanggung jawabnya secara tepat guna & berhasil guna.
» Manajemen kebidanan bagi seorang bidan dapat juga diartikan sebagai alat yang digunakan seorang bidan untuk memecahkan masalah kesehatan ibu & anak.
» Manajemen kebidanan dilakukan khusus oleh bidan di dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup tanggung jawabnya. Sehingga seorang Bidan haruslah dapat menguasai secara benar & tepat serta membudaya di lingkungan para bidan. Kemampuan berfikir secara analitik dan kritis di dalam melihat permasalahan & segala aspek yang mempengaruhinya diperlukan, sehingga selanjutnya dapat secara langsung menentukan tindakan kebidanan yang efektif untuk dilaksanakan dalam upaya menolong pasien atau kliennya.


PRINSIP PROSES MANAJEMEN KEBIDANAN MENURUT ACNM (1999)

Proses manajemen kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American College Of Nurse Midwife terdiri dari :
» Secara sistematis mengumpulkan & memperbaharui dat yang lengkap & relevan dgn melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan setiap klien, termasuk mengumpulkan riwayat kesehatan & pemeriksaan fisik.
»   Mengidentifikasi masalah & membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar.
» Mengidentifikasi kebutuhan terhadp asuhan kesehatan dalam menyelesaikan masalah & merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama klien.
» Memberikan informasi & support sehingga klien dapat membuat keputusan & bertanggung jawab terhadap kesehatannya.
»   Membuat rencana asuhan yang komprehensif bersama klien.
»   Secara pribadi bertanggung jawab terhadap implementasi rencana individual.
» Melakukan konsultasi, perencanaan & melaksanakan manajemen dengan berkolaborasi & merujuk klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya.
»  Merencanakan manajemen terhadap komplikasi tertentu, dalam situasi darurat & bila ada penyimpangan dari keadaan normal.
»  Melakukan evaluasi bersama klien terhadap pencapaian asuhan kesehatan & merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan

 
PROSES MANAJEMEN MENURUT HELEN VARNEY (1997)

- Varney (1997) menjelaskan bahwa proses manajemen merupakan proses pemecahan masalah yang ditemukan oleh perawat & bidan pada awal tahun 1970an.
Proses ini memperkenalkan sebuah metode dengan pengorganisasian, pemikiran, dan tindakan-tindakan dengan urutan yang logis & menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehtan.
   Proses ini menguraikan bagaimana prilaku yang diharapkan dari pemberi asuhan.
Proses manajemen ini bukan hanya terdiri dari pemikiran & tindakan saja melainkan juga perilaku pada setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif & aman dapat tercapai. Denagn demikian proses manajemen harus mengikuti urutan yang logis dan memberikan pengertian yang menyatukan pengetahuan, hasil temuan, dan penilaian yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan yang berfokus pada manajemen klien.
- Varney dalam bukunya menjelaskan bahwa proses penyelesaian masalah merupakan salah satu teori yang dapat digunakan dalam manajemen kebidanan. Dalam teks book kebidanan yang ditulisnya  pada tahun 1981 proses manajemen kebidanan diselesaikan dalam 5 langkah. Namun setelah menggunakan Varney melihat ada bebrapa hal yang penting yang perlu disempurnakan sehingga ditambahkan 2 langkah lagi untuk menyempurnakan teori 5 langkah yang dijelaskan terdahulu.
Varney mengatakan seorang bidan dalam manajemen yang dilakukanya perlu lebih kritis untuk mengantisipasi diagnosa atau masalah potensial. Dengan kemampuan yang lebih kritis dalam melakukan analisa, bidan akan menemukan diagnosa atau masalah potensial ini. Kadangkala bidan juga harus segera bertindak untuk menyelesaikan masalah tertentu dan mungkin juga melakukan kolaborasi konsultasi bahkan mungkin harus segera merujuk kleinnya. Varney (1997) kemudian menyempurnakan proses manajemen kebidanan kebidanan menjadi 7 langkah. Ia menambahkan langkah ke-3 agar bidan lebih mengantisipasi masalah yang kemungkinan dapat terjadi pada kliennya.

- Verney (1997) juga menambahkan satu langkah lagi dimana bidan diharapkan dapat menggunakan kemampuannya untuk melakukan deteksi dini dalam proses mnajemen sehingga bila klien membutuhkan tindakan segera atau kolaborasi, konsultasi bahkan dirujuk, segera bisa dapat dilaksanakan.

Proses manajemen terdiri dari 7 langkah yang berurutan dimana setiap langkah disempurnakan secara periodic. Proses dimulai dengan pengumpulan data dasar & berakhir dengan evaluasi. Ketujuh langkah tersebut membentuk suatu kerangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam situasi apapun. Akan tetapi, setiap langkah dapat diuraikan lagi menjadi langkah-langkah yang lebih rinci & ini bisa berubah sesuai dengan kebutuhan klien.

Langkah-langkah tersebut sebagai berikut :

Langkah I    : Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan pengkajain dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap , yaitu :
      - Riwayat kesehatan
      - Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhannya
      - Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya
      - Meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi.
Pada keadaan tertentu dapat terjadi langkah pertama akan overlap dengan langkah 5 & 6 karena data yang diperlukan diambil dari hasil pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan diagnostic yang lain.
Langkah II   : Interprestasi Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah & kebutuhan klien berdasarkan interprestasi yang benar atas dasar data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang udah dikumpulkan diinterprestasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnostic yang spesifik.
Langkah III  : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang telah diidentifikasi.

Langkah IV  : Mengidentifikasi & Menetapkan Kebutuhan Yang Memerlukan Penanganan Segera
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
Langkah V   : Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh
Pada langkah ini dilakukan perencanaan yang menyeluruh, ditentukan langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah diidentifikasi atau diantisipasi, pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.

 Langkah VI  : Melaksanakan Perencanaan
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke-5 dilaksanakan secara efisien dan aman.

 Langkah VII : Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi didalam masalah dan diagnosa.

 REFERENSI :
1.   AA. Gde Muninjay, (1997), Manajemen Kesehatan, EGC Kedokteran, Jakarta
2.  Burbst, A.August,dkk, Editor Sanur Ahmad, (2000), Pemberdayaan Wanita Dalam Bidang Kesehatan, yayasan Essentia Medica, Yogyakarta
3.   Deokes RI, (2003), Konsep Asuhan Kebidanan, Tridasi Printer, Jakarta
4.  Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia, (2003), Manajemen Kebidanan Metode SOAP, Jakarta.
5.    Pengurus Pusat IBI, (2003), 50 tahun IBI Menyongsong Masa Depan,Jakarta
6.  Varney, Helen, (1997), Varneys Midwifery, Third Edition, UK : Jones & Barlett Publishers Internasional.
7.  Wendy Rose-Neil, (2001), Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan, Dian Dian Rakyat, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar